-->

Troubleshooting Pada DHCP Server


Keberadaan server DHCP dalam suatu organisasi atau instansi sangatlah berguna, karena dapat dengan mudah membantu orang-orang didalamnya untuk terhubung ke berbagai sumber daya di jaringan tanpa perlu pengetahuan mendalam tentang jaringan komputer. 

Dengan kemudahan ini ketergantungan terhadap layanan ini akan semakin besar. Apabila terdapat masalah pada server DHCP hendaknyalah dapat diselesaikan secepat mungkin sehingga transaksi yang dilakukan melalui jaringan dapat segera terselesaikan. 

Pada pertemuan kali ini akan dibahas mengenai beberapa teknik yang dapat digunakan untuk melakukan perbaikan pada server DHCP yang bermasalah.

Pengalamatan Tidak Sesuai Dengan Range IP DHCP Server

Kasus ini cukup sering ditemui dalam jaringan dengan server DHCP. Misalnya, apabila rentang alamat IP yang ditentukan dalam konfigurasi server DHCP adalah dari 192.168.0.1 hingga 192.168.0.50, maka setiap komputer klien yang terhubung ke jaringan ini akan mendapatkan IP secara otomatis dalam rentang tersebut. 

Namun, ada suatu saat satu atau dua komputer yang mendapati IP yang berbeda seperti 169.254.X.X setelah melihat konfigurasi IP nya melalui ipconfig, untuk windows, atau ifconfig, untuk klien Linux. 

Perlu diketehui, dalam satu jaringan jika ada komputer klien yang mendapati IP berbeda dari rentang alamat DHCP, maka dapat dipastikan bahwa pemberian alamat tersebut bukan berasal dari server DHCP. 

Alamat tersebut diberikan oleh layanan APIPA (Automatic Private IP Addressing) di komputer klien. APIPA akan secara otomatis memberikan alamat IP pada komputer kliennya sendiri apabila tidak mendapat IP dari suatu jaringan. Dengan kata lain, klien tersebut tidak dapat menghubungi server DHCP.

APIPA merupakan layanan yang sengaja di tambahkan pada komputer berbasis Windows untuk mempermudah koneksi dalam jaringan berskala kecil tanpa perlu adanya server DHCP. Setiap klien windows yang terhubung pada jaringan ini akan secara khusus mendapatkan alamat IP unik dari layanan APIPA yang ada di komputer masing-masing.

Walaupun memberikan kemudahan pada pengalamatan namun layanan ini kurang baik bila digunakan pada jaringan berskala besar. Terdapat dua kemungkinan penyebab pada masalah ini, yakni pada komputer klien dan pada server DHCP itu sendiri.

Apabila komputer klien lainnya mampu mendapat alamat IP dari server, dapat dikatakan masalah ada pada komputer klient tersebut. Boleh jadi permasalahan ada pada kabel yang digunakan untuk terhubung ke jaringan ataupun driver kartu jaringan yang tidak sesuai.

Kondisi lainnya adalah karena jumlah alamat IP yang disewakan oleh server DHCP tidak mencukupi untuk jumlah klien yang terhubung ke jaringan.

Hal ini dapat diidentifikasi dengan membandingkan jumlah klien yang terhubung saat ini ke jaringan dengan rentang alamat IP yang disewakan oleh server DHCP. Solusinya, dapat dengan memperbesar range alamat IP server DHCP-nya.

Permasalahan Umum DHCP Server 

Apabila hampir semua komputer klien kesulitan untuk mendapat alamat IP, boleh jadi permasalahan ada pada server DHCP. Apabila demikian perbaikannya dapat dimulai dengan melakukan tes status koneksi server DHCP ke jaringan menggunakan ping.

Pastikan terlebih dahulu kalau alamat IP server DHCP sesuai dengan subnet yang digunakan saat ini, misalnya jika subnet yang digunakan saat ini adalah 192.168.0.0/24 maka alamat IP server seharusnya berada pada rentang IP dari 192.168.0.1 hingga 192.168.0.254.

Selain itu pastikan konfigurasi server DHCP telah sesuai terutama pada rentang alamat IP yang disewakan ke klien. Rentangnya juga harus berada pada subnet yang sama di jaringan tersebut.

Duplikasi (Konflik) Alamat IP Client

Walaupun langka namun kejadian juga dapat terjadi, dimana ada lebih dari satu komputer memiliki alamat IP yang sama dalam satu jaringan. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya klien yang menggunakan alamat statis dan dapat juga karena keberadaan server DHCP lain yang memiliki rentang alamat IP saling  beririsan.

Faktor yang pertama ini dapat terjadi karena adanya klien yang memang sedang memerlukan alamat statis tersebut karena sedang menggunakan aplikasi yang memerlukan kondisi seperti itu. Karena apabila menggunakan alamat IP dari server DHCP ada kemungkinan alamatnya berganti, sehingga perlu dibuat statis.

Faktor berikutnya juga merupakan kejadian yang mungkin terjadi, dimana ada lebih dari satu server DHCP dalam satu jaringan. Apabila tidak dikonfigurasikan dengan baik, akan dapat terjadi duplikasi alamat IP.

Apabila ada server DHCP dengan rentang penyewaan alamat IP dari 192.168.0.10-192.168.0.50 maka server DHCP lainnya harus menggunakan rentang yang lebih besar dari 192.168.0.50 atau lebih kecil dari 192.168.0.10.

Sekian artikel tentang Troubleshooting Pada DHCP Server. 

0 Response to "Troubleshooting Pada DHCP Server"

Posting Komentar

Silahkan berkomentar dengan sopan. Patuhi aturan Netiquette, Jangan bicara kotor dan dilarang spam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel